Pena di tangan ini sungguh sangat berat terangkat, untuk mencoretkan beberapa patah kata yang bermakna. Diri yang hampa dan kosong, tidak dapat menorehkan ilmu yang dulunya pernah dikecap. Bukan kemahiran orang dalam merangkai kata, sehingga tercipta sebuah karya yang mungkin membuat orang takjub. Tetapi karena ilmu yang dituntut dengan bersungguh-sungguh, dengan hati yang IKHLAS hanya mengharap ridho-Nya.
Ketika ridho manusia menjadi tujuan, dan ridho Allah kemudian di nomor dua-kan. Ketika diri mencari sesuatu yang bertujuan memuaskan nafsu. Ketika ambisi dunia merasuk dalam tubuh dan merusak sukma. Ketika muroqabatulloh hilang dalam diri, sehingga merusak rasa percaya, dan ketika...ketika.....
Kubiarkan pena ini menari-nari diatas lembaran kosong yang tak ternoda, kosong dan putih. Kata orang, ungkapan ulama sekarang panjang bertele-tele yang hanya mengandung inti mengiris hati, dibanding dengan petuah ulama salaf/ yang singkat, padat penuh makna.
Tulisan ini hanya sebuah bentuk perenungan dalam sepi(lagi galau), tidak tahu hati melayang tak berpenghujung. Hanya ungkapan kosong yg tak cukup memberi arti, namun berharap bermakna di hati.
kutorehkan
di- Masjid Rosul
Al-Madinah An-Nabawiyah
Kamis, 22 Muharram 1434 H
Abu 'Abdillah Al-Madany
Ketika ridho manusia menjadi tujuan, dan ridho Allah kemudian di nomor dua-kan. Ketika diri mencari sesuatu yang bertujuan memuaskan nafsu. Ketika ambisi dunia merasuk dalam tubuh dan merusak sukma. Ketika muroqabatulloh hilang dalam diri, sehingga merusak rasa percaya, dan ketika...ketika.....
Kubiarkan pena ini menari-nari diatas lembaran kosong yang tak ternoda, kosong dan putih. Kata orang, ungkapan ulama sekarang panjang bertele-tele yang hanya mengandung inti mengiris hati, dibanding dengan petuah ulama salaf/ yang singkat, padat penuh makna.
Tulisan ini hanya sebuah bentuk perenungan dalam sepi(lagi galau), tidak tahu hati melayang tak berpenghujung. Hanya ungkapan kosong yg tak cukup memberi arti, namun berharap bermakna di hati.
kutorehkan
di- Masjid Rosul
Al-Madinah An-Nabawiyah
Kamis, 22 Muharram 1434 H
Abu 'Abdillah Al-Madany
Tafadhol dikomen,,,
BalasHapusJazakumullahu khayran...